"The next level of Your deen..."
Muxicon Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. [Q.S. Al-Insaan:29]

Setiap Kulit Menandakan Ada Isi

Setiap Kulit Menandakan Ada Isi

[Setiap Kulit Menandakan Ada Isi | Rating: 5 out of 5 reviewed by based on 411 ratings. 1215 user reviews. | All image(s) in this post, Setiap Kulit Menandakan Ada Isi , were taken from Google and customized by If in one and another way it crossed your copyright, please contact me. It will be fixed. Thanks.]
berlangganan via f atau


Setiap buah apa saja yang kita lihat, yang kita pandang itu kulitnya.

Setiap kulit menandakan ada isi.

Jika Tubuh Mahasuci terbuka,
akan terpandanglah Jalal-Nya, Jamal-Nya, Kahar-Nya, Kamalat-Nya.

Inilah kasyaf kamil mukamil. Alhamdulillah.






Disampaikan MUXLIMO dengan basmalah, hamdalah, dan istigfar pada 12.1.13 dengan 74 comments

kasitau orang sekampung dong→ Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

URL: HTML link code: BB (forum) link code:

J Follow Mux?
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

MUXLIMO or MUX | Just the most interesting man in ur life. ihirrr XD

Pesuruh Negeri Sipil (PNS) berdarah dingin: hobi mempermalukan pejabat korup di depan publik. Baik budi dan kadang sombong; jagoan lagi pula pintar(?) Tidak gemar menabung karena tidak punya celengan. Pernah menyeberangkan nenek-nenek. Dongeng lengkapnya silakan tanya ketua RT/RW setempat di | Kontak : adamtroy.effendy@facebook.com

Komentar Facebook

74 comments

12 January, 2013 04:50

Mencoba untuk pertamax..
salam kenal untuk semua sobat sarang.

12 January, 2013 05:03

hah? salam kenal? :-? ga salah tu Wet? :11:

12 January, 2013 05:23

Harunya salam tabok aja ya kang.. :11:

12 January, 2013 05:58

:2: hadawhh.. pagi2 udah garang dia... *mabuuur.. :7:

12 January, 2013 06:06

Assalamualikum,,.
Selamat pagi untuk saudara semua,,

12 January, 2013 06:15

wsalaam....

selamat pagi jg saudaraku...

12 January, 2013 10:36

waduuuu ni bocah galak amat yak. salam tempel kek, ini mah salam tabok. hihihi

12 January, 2013 22:33

salam alaikum,mau nanya tentang majlis wahidiyah pontianak,apa mrp cabang dr jawa apa mandiri,terima kasih,wasalam

12 January, 2013 22:43

ini lain dengan majlis sholawat wahidiyah mas. nama sama tapi beda majlisnya. caranya pun beda. mudah2an visinya sama ya :D Allahu a'lam.

12 January, 2013 22:45

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
InsyaAllah bukan, Mas. :)

12 January, 2013 23:31

bukan apa-apa sih,kalau ada yg dijawa kan lebih dekat ngajinya,makasih jawabannya

12 January, 2013 23:37

Sy punya temen yg sedang mendalami tauhid asma abdul jabbar,apa itu termasuk aliran al bayan ya? Dan kenapa aliran tsb akang katagorikan sesat,mhn penjelasan,terimakasih

12 January, 2013 23:50

tauhid asma abdul jabbar?? wah baru dengar tuh, Mas.. dan saya gak ingat mengategorikan secara khusus aliran tersebut sebagai sesat. Memangnya seperti apa paham dan alamnya, Mas? :10:

12 January, 2013 23:52

paham dan *amalnya #typo nih :14:

13 January, 2013 00:26

saya sendiri kurang paham,mnt teman sy sih kira-kira bgn;allah itu cuma unt disembah/diibadahi,sedangkan unt memohon sesuatu hrs kpd pengurusnya masing2 dan unt sampai kpd tuhan musti melalui "kendaraan"abdul jabbar(abdi yg perkasa>>yg bs menundukan hawa nafsunya)yg sejatinya ada dlm dirinya juga,mohon maaf kpd seluruh putra2 abduljabbar jika tulisan sy ini salah,krn sy kan memang blm paham.tapi pertanyaan saya kan kenapa aliran al bayan akang tuding sesat di postingan yg dulu itu lho yg ada wahabi,dllnya,t

13 January, 2013 00:35

Kalau yang Wahabi.. kami emant tidak ada keraguan lagi..sebab mereka dengan nyata-nyata memakhlukkan Tuhan, Mas.. kalau benar seperti itu soal al-Bayan Abdul Jabbar itu.. ini yang bisa kami sampaikan, Mas.

jika yang diistilahkan "abdi yang perkasa" itu mengacu pada Ruh Qudus [wa fii anfusikum afalaa tubsirun] itu dalam pandangan dan amalan kami memang nyata dan benar..

tapi, Mas..
keesaan Tuhan-hamba itu mewajibkan kepahaman soal ini:
bahwa Allah dan makhluk itu jauh tidak berjarak-tidak ber-antara; dekat tidak bersentuh. Artinya, tidak boleh ada sesuatu pun antara kita dan Tuhan. <== sebab ini artinya tidak esa.

Memang ada yang disebut tawassul itu ya.. secara syariat jasadi:kita bisa bertawassul, tapi secara batin..tidak boleh di hati kita ketika bertawassul pada manusia [Guru kita misalnya] sampai lalai pada Allah. Guru|Mursyid yang haq pasti akan melarang itu semua. Mksudnya melarang adanya kesyirikan dalam ruqun qalbi dalam bertawassul pada Mursyid.

Hakikanya, tawassul sebenar-benar tentu hanya pada Allah. Allahua'lam. :)

13 January, 2013 00:45

"allah itu cuma unt disembah/diibadahi,sedangkan unt memohon sesuatu hrs kpd pengurusnya masing2 dan unt sampai kpd tuhan musti melalui "kendaraan"abdul jabbar(abdi yg perkasa"

Abu lahab dan Abu jahal juga ber-Tuhan kepada Allah. mereka juga yakin bahwa Allah punya wakil yg namanya LATTA n UZZA. Justru ini yg diluruskan Nabi Muhammad SAW. begitu pula halnya dengan ummat2 nabi seleumnya juga begini keadaannya. masih ingat SAMIRI? murid Nabi Musa A.S. yg sewaktu Musa a.s. pergi dia membelokkan ummat dengan membuat patung sapi sebagai "kendaraan" untuk cepat terkabulnya hajat n sampai pada Tuhan.

Jadi dlm pandangan akal n nafsu mereka, kuasa Tuhan itu terbagi atau diotoritaskan kepada LATTA n UZZA. jadi, ajaran yg mas sebutkan ini menurut saya ada adalah : AJARAN KAFIR QURAISY YG BANGKIT LAGI. temanya sama, cuma ganti judul aja.

Rukun Iman itu 6 mas, bukan 7,8,9,dst. Jangan ditambah lagi dengan IMAN KEPADA KENDARAAN2 (ATAU APALAH NAMANYA).

Tidak percaya Rukun Iman --> KAFIR
Menambah Rukun Iman --> SYIRIK

13 January, 2013 00:48

makanya dibuat blog ini, kiranya bisa memudahkan...

13 January, 2013 00:50

Nah..nah..nah.. tampaknya Brad Arbi cukup paham mengenai kaum yang kita bicarakan ini. Thanks Brad :21: ..maklum ane ni kuper dalam hal aliran2 :14:

13 January, 2013 01:03

terima kasih banyak atas penjelasan akang berdua.alhamdulillahi robbil alamin atas nikmat iman,islam mu ya allah

13 January, 2013 01:21

mohon penjelasan tentang permintaan "sesuatu"kepada malaikat muqorrobin bisa dikategorikan sebagai misalnya org sakit mohon kesembuhan dr allah melalui pertolongan jasa dokter tidak?Masih agak bingung nih...jawaban tauhidnya.

13 January, 2013 01:23

maklum deh, pernah kepleset kang... malahan ane punya e-booknya dulu. isinya penuh omong kosong. Tujuan mereka bukan ALLAH (ZAT) tapi KESAKTIAN (SIFAT).

13 January, 2013 01:30

"mohon penjelasan tentang permintaan "sesuatu"kepada malaikat muqorrobin"

mas bayu ini mau ke ALLAH atau KESAKTIAN sih? minta ke malaikat ini gimana kamsud-nya? makhluk minta ke makhluk. ini kita lagi bicara TAUHID lho ini.

Tugas kita sebagai hamba Allah adalah TAAT PERINTAH. begitu pula halnya dengan ber-DOA kepada Allah (bukan kendaraan2 lho ya), itu dalam pandangan TAUHID bukanlah MEMINTA, tetapi hanya karena DISURUH ALLAH BERDOA sebagaimana diperintahkan di dlm Quran. jadi sebagai RASA TAAT kita kepada Tuhan saja. diterima atau tidaknya itu doa itu urusan Allah, urusan kita TAAT-nya. begitu pandangan Tauhidnya mas. Mudahan paham.

Yuk minum kupi dulu...ane buatin 2 gelas niyh buat kita wkwkwk ~O) ~O)

13 January, 2013 01:49

Subhanallah ke mahu an saya tetap mau mengenal allah lebih baik lagi dari yang sekarang...bukannya kesaktian..tapi makasih bnyk juga ya kopinya,udah larut kang,mau diem2an dulu besok jg bny tugas.pertanyaan sy tadi kan terpengaruh postingan tentang malaikat muqorrobin,manusia muqorrobin dmana abah menantang ulama2 kk unt beradu diam dirumah tapi masih bisa dpt rizki(mungkin saya salah tafsir) gitu kang.

13 January, 2013 03:04

kang numpang tanya kalo doa sprti ini gmnh?
Ya syaikh abdul qodir jailani aku minta,
mintakan kepada allah ............

13 January, 2013 06:11

Mas banyu urip, dalam postingan abah tentang malaikat muqorrobin itu kalau tidak salah disebutkan bahwa :

"malaikat itu bisa DIPERINTAH" --> ingat ya, redaksinya itu DIPERINTAH bukan MEMINTA.

Dua kata ini berbeda makna dan sikap mentalnya.
DIPERINTAH --> suruhan, wajib diikuti, memposisikan diri lebih superior (lebih tinggi)
MEMINTA --> memohon, boleh diberi boleh juga tidak, memposisikan diri inferior (lebih rendah)

Nah karena pertanyaan mas banyu tadi bunyinya "PERMINTAAN "sesuatu" kepada malaikat" maka saya menafsirkan bahwa kita MEMINTA kepada malaikat. Apalagi kalau urusannya dengan malaikat biasanya terkait kesaktian gitu. Sehingga jawaban saya tegas seperti di atas, karena masalah tauhid ya begitu adanya. Namun jika saya ternyata salah memahami maksud pertanyaan mas banyu, dengan kerendahan hati saya mohon maaf ya mas :) saya pun tidak luput dari salah dan khilaf. :21: Terima kasih... ^__^

Ijinkan saya mencoba meralat kembali jawaban sebelumnya.

"org sakit mohon kesembuhan dr allah melalui pertolongan jasa dokter"

kesembuhan dari Allah --> HAKIKATNYA Allah yg menyembuhkan. dalilnya : waidza marittu fahuwa yasyfii (artinya: jika aku sakit, DIA lah yg menyembuhkan. ini perkataan nabi Ibrahim a.s. dalam Quran)

Pertolongan jasa dokter --> SYARIATNYA kita tetap berusaha mencari solusi dengan rahmat Allah.

Ilustrasinya :
kita lapar lalu kita makan. syariat-nya tubuh kita mengambil makanan dan memakannya, namun itikad di hati Allah lah yg memberi rizki kepada makhluknya.

dalam TAUHID itu utuh syariat, tarekat, hakikat, dan makrifatnya (4 in 1). jadi, tidak bersyariat saja atau hanya berhakikat saja, melainkan UTUH 4 in 1 sejalan.

kalau ada yg keliru saya terbuka utk koreksi, seperti yg saya pernah bilang sebelumnya bahwa ini forum diskusi sesama murid2 abah dan tidak ada senioritas... :D tq ~O) ~O) ~O) ~O)

13 January, 2013 06:22

hehehe..salam kenal mas putu. hmm.. mengenai tawasul ini ane punya pendapat begini :

di Quran disebutkan bahwa : jika ada orang bertanya kepadamu tentang Ku ya Muhammad, katakanlah AKU DEKAT. Bahkan lebih dekat lagi dari urat leher.

Ini artinya apa? kan sudah dekat di dalam diri, kenapa masih memintanya keluar? langsung saja kepada Allah. Jangankan sesuatu/seseorang diluar diri kita, lah diri kita ini saja hijab dihadapan Allah jika keberadaan kita ini tidak kita pulangkan secara hakikat-nya kepada Allah semata. Saran saya, mintalah kepada Allah yg ada di dalam hatimu dan meliputi sekalian yg ADA.

Jauh tiada berjarak, dekat tiada ber-antara.

13 January, 2013 07:36

"dalam TAUHID itu utuh syariat, tarekat, hakikat, dan makrifatnya (4 in 1). jadi, tidak bersyariat saja atau hanya berhakikat saja, melainkan UTUH 4 in 1 sejalan."

b arbi, gmn dgn org yg dah berobat k dokter tp blm sembuh2 juga...?
gmn dgn pengamalan tarekat, hakikat, dan makrifat dlam berobat klu gt...?
mohon penjelasanya, krn ada tman ane yg sakit dh bertahun2 tp ga sembuh2, dh berobat ke dokter, alternatif, tabib dll...


13 January, 2013 08:09

@bang arbi
oh begonoh.. hampir aja salah persepsi. nuhun penjelasanya bang arbi. kemaren2 pas baca masalah malaikat muqorrobin itu sempet ane pikir
"Lho kok gak langsung aja sama Allah 'minta' ya?"
tp ternyata meminta dan memerintah berbeda :D

@mas banyu urip :
pertanyaannya bermanfaat buat ane mas. terimakasih hehe..

13 January, 2013 08:48

i see..i see.. :-? tengkyu, Brad :8:

13 January, 2013 09:19

Ya, jawaban untuk tanyaan ini insyaAllah ada 2:
pertama yang udah disampaikan Brad Arbi di atas.

kedua, benar..kita boleh minta seorang yang kita yakini dan sudah terbukti kemukminannya untuk mendoakan kita. Tapi ada syarat, yaitu orang saleh itu masih hidup [dalilnya dr riwayat ini]

Orang tauhid yang benar tauhidnya, dia akan menolak tawassul-tawassul sebab Allah sudah beri alat untuk segala-galanya. Buka Al-Maidah:110.

13 January, 2013 09:20

:8:

13 January, 2013 09:26

Sebelum saya nyalakan komputer ini ada sms masuk dari Guru, kebetulan sekali membahas soal sakit dan penyembuhannya versi orang tauhid. Kebetulan waktu saya ketik ini, Guru telpon jadi sekalian saya konsultasikan pada beliau.

secara singkat seperti ini:
Orang tauhid berobat secara syariat itu bukan pergi ke dokter apalagi tabib2 alternatif, melainkan dengan ibadah dan memperbanyak tadarus <== ini dikatakan munajat. Hakikat Allah membuat manusia sakit adalah agar manusia bermunajat. Setelah munajat disampaikan, sehat jadi sembuh [karena Allah yang menyembuhkan bukan selain-Nya], jika mati pun orang yang bermunajat itu mati dalam keadaan sembuh lahir-batin, yaitu hidup, sehat, sakit, dan mati dalam keadaan bersih dari dosa syirik.

Dari sini kita ketahui, tidak mudah jadi orang tauhid itu ya?!

13 January, 2013 09:27

:8:

13 January, 2013 09:28

Seandainya belum Bang Arbi jawab, saya pun akan sampaikan hal yang sama dengan yang disampaikan beliau di atas ini. *ajeb Brad :8:

13 January, 2013 09:34

haha iya kang Alhamdulillah ngerti maksud yang disampeikan kang arbi di atas.

minggu mah libur nya kang ga kerja?
pantes pagi2 udah mantauin kite2 hehe..

13 January, 2013 09:48

http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

13 January, 2013 09:49

Tawasul..klo menurut ane tawasul yg gak bleh tu dg orang yg sdh meninggal...
tp bleh dg yang msh hidup: mitsal kita minta sm guru dido'kan ato bersm2 dg kita(guru n kita) berdo'a spy sehat,enteng jodoh n byk rezki dg asumsi bhw do'a guru lbh tokcer..dalilnya:hadist bukhori;diriwayatkan bhw baginda umar prnh brdo'a: Hai Tuhan!Biasanya apabila km keputusan air km bertawassul kpd-MU dg..Nabi-Mu;oleh sbb itu Engkau hujani km,dan skrg kami bertawassul kpd-Mu dg..paman Nabi-Mu;oleh sbb itu hujanilah akan kami.

13 January, 2013 10:08

Tambahan...
menurut riwayat yg tersebut dikitab Fathul ba'ri,syarah bukhori,bahwa baginda umar bertawassul dg baginda Abbas,maka baginda Abbas pun berdo'a kpd Allah supaya diturunkan hujan.

mhn dikoreksi apabila terdpt kesalahan...

Salaam...

13 January, 2013 10:29

Setuju, Mas :8:

13 January, 2013 10:34

RUH QUDUS=RUHUL QUDUS=MALAIKAT JIBRIL....

gmn kang...?????

13 January, 2013 10:37

wkwkwk itu lupa ditanyain ke Abah.. *bersambung ya, Mas.. :5:

13 January, 2013 10:41

whuokey....kang,
ditunggu.....



-untung aku arang jawa-

13 January, 2013 10:44

salam alaikum semuanya...ada yg perlu sy ketahui kang ...hm...ehm...tentu ini unt menambah keimanan kt kpd allah dan jg rukun iman ada 6 kan.pertama sekali kpd allah dg konsekuensinya musti kenal sekenal-kenalnya dan berasyik masyuk dgn nya.yg ke 3,4,5,6 rata2 udah bs dimengerti bahkan khusus unt kitab quran bs kt liat dan amalkan tiap hr.yg msh awam yg kedua;kpd para malaikat allah.bukankah iman itu musti sampai kpd akmalul yaqin..bagaimana atau sampai level mana diri kita bisa memerintah malaikat. Thanks

13 January, 2013 11:11

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Banyu..
Kita bisa memerintah malaikat tentu kalau sudah Allah karuniai kasyaf kamil mukamil, dan kasyaf kamil mukamil hanya bisa dilakukan oleh "Yang Ku-Kehendaki" memahami dan mengamalkan sebenar-benar keesaan Tuhan-hamba [bukan hamba bisa sama, sejajar, atau menjadi Tuhan ya :20: ]. Artinya, itu semata-mata karunia Allah atas diri seorang hamba.

13 January, 2013 11:34

makasih penjelasanya,ya mungkin yang perlu saya ketahui masalah adab atau mungkin cara menyikapinya menurut tauhid sebab jarang sekali yg membahasnya spt ke5 iman yg lain bahkan bahasanya sampai mendetail bgt,bukankan rukun iman semuanya saling kait mengkait.dalam pikiran akal jasmani saya mungkin ada metode rahasia ke.., cara praktis ke...kunci sukses ke...unt lebih mengenal malaikat allah yg ditempatkan di no 2 dari 6 rukun islam

13 January, 2013 11:56

Wa maa utiitum min ilmihii illa kalila
Satu cara untuk segalanya, yaitu tafakur di dalam dan di luar syariat hingga tajalli, Mas. :)

13 January, 2013 12:46

"Orang tauhid berobat secara syariat itu bukan pergi ke dokter apalagi tabib2 alternatif, melainkan dengan ibadah dan memperbanyak tadarus <== ini dikatakan munajat."

Asli baru denger ini kang. jadi menurut TAUHID itu kita harusnya MENGOBATI DIRI SENDIRI ya, bukannya malah ke orang lain. karena penyebabnya kan dosa kita sendiri ya, bukan dosa orang ditanggung orang lain :D InsyaAllah paham. Terima kasih abah, akang :D makin mantap nih. masalahnya sekarang adalah YAKIN ga kita? MANTAP kan lah di hati bahwa inilah keadaan yg seharusnya. (masih perlu proses nih, tp InsyaAllah bisa)

13 January, 2013 13:21

http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif iya gitu, Brad. Sumber dalilnya almaidah:110. Nabi Isa a.s. dengan memanfaatkan karunia Ruh Qudus ini bahkan bisa menghidupkan orang mati. Nah, mustahil tidak bisa menyembuhkan diri sendiri, kecuali memang Allah tetapkan arif billah itu sakit.

Bergantung sepenuhnya pada Allah itu..termasuk jihadul akbar keknya ya?! Allahua'lam.

13 January, 2013 14:32

Subhanallah.. selalu ilmu ini terupgred.. terima kasih Kang, Terima kasih Abah.
Tumbuhkanlah keyakinan yang seyakin-yakinnya ya ALlah.

13 January, 2013 14:53

Baru dikonsultasikan ke Guru.
Kita ketahui ada 2 cara Nabi Muhammad Rasulullah Saw. menerima wahyu:

1. secara tidak langsung: via perantaraan Malaikat Jibril a.s. <== insyaAllah ketika menyampaikannya, Malaikat Jibril a.s. berkata-kata dengan Nabi Muhammad Saw. itu bukan pakai huruf-bukan pakai suara atau dengan "laa bi harfin wa laa shautin" = bagi kita yang bukan nabi ini disebut zikir Rahasia-Diri Tuhan atau Zikir ھ.

2. secara langsung: via Ruh Qudus yang ada pada diri Rasulullah Saw.

Pesan Guru untuk Sobat Sarang:
Lakukanlah praktiknya dulu hingga "sampai" nanti segala pertanyaan soal "hasil-hasil", akan kita tahu dengan sendirinya. http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

13 January, 2013 14:56

Subhanallah wal hamdulillah.. insyaAllah, aamiiiin, Wet! http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

13 January, 2013 14:56

Alhamdulillah Kangmux. Makasiy sangaaaat...LOVE UUUUUUU :D

bagi ane, penyakit yang sesungguhnya adalah RAGU. karena ragu ini kegelapan yg menutupi YAKIN yg mantap. Ragu ini disebabkan kerak dosa menumpuk di hati yg belum bersih di diri ini. Mudahan dg latihan DIAM bersih sebersih2nya diri kita semua sobat sarang, sehingga siap menerima yg QADIM dengan YAKIN YG MANTAP. Sebaik2 pembersih diri adalah ber-TAUHID. seburuk2 najis adalah SYIRIK. mungkin kita selama ini sudah terbiasa ber-NAJIS. Ampuni kami ya Allah...Robbul Izzati.

Al HAQ min Rabbik, falaa takuunanna minal mumtarin. (Quran)

Kalau dari Tuhan itu HAQ (YAKIN MANTAP), tiada keraguan lagi didalamya. Maka jelaslah bahwa RAGU itu dari setan (waswas).

13 January, 2013 14:57

Jadi.. itu sebabnya Malaikat Jibril a.s. dijuluki "Ruhul Quddus" di dalam Quran. Allahua'lam. :)

13 January, 2013 15:01

Ajeb, Brader! Perkataan [bagi ane, penyakit yang sesungguhnya adalah RAGU. karena ragu ini kegelapan yg menutupi YAKIN yg mantap] <== inilah pesan hakiki dari surah Fushilat:54! :8:

w-woot?!! :18: :c: btw, TIDAK MENERIMA "LOVE YOU" KECUALI PARA AKHWAT. :19: :3:

13 January, 2013 15:01

*KECUALI DARI :}}

13 January, 2013 15:06

hehe.. :D mohon maaf kang oncom jika penjelasan saya terkesan KERAS, karena urusan TAUHID ini TEGAS, bukan kira2 apalagi mbalelo. Alhamdulillah kang oncom wise menerima komen aey. Tiada maksud merendahkan atau SOK TAHU apalagi BENCI melainkan menegur DIRI agar tidak tersalah NIAT.

Ilustrasi : Kadang ada saatnya mendidik anak itu dipukul kakinya jika belum sholat di umur 10 tahun sebagaimana disunnahkan. Inipun ada cara, tempat, waktunya agar anak tidak terluka psikologisnya. Karena KASIH SAYANG inilah makanya harus. Mudahan tumbuhlah KESADARAN setelah awalnya dipaksakan. Jika saya menyampaikan komen tidak sesuai cara, tempat, waktunya mohon ampun saya yg bodoh ini.

Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (وصححه الألباني في "الإرواء"، رقم 247)

"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa'u Ghalil, no. 247)

13 January, 2013 15:12

iya kang, kalau YAKIN sudah mantap beserta paham n praktiknya, jangankan mengobati orang/ diri, menghidupkan yg mati aja mudah koq. Bagi yg YAKIN dan matang SADAR-nya lho ya. Banyak Arifbillah yg sudha membuktikan ini, termasuk Syah Naqshband terhadap murid kesayangannya waktu itu.

Betul seperti DOA bang Padly itu : minta diberikan YAKIN, karena Allah lah pemilik YAKIN dan penghapus RAGU. kita tiada kuasa selain meminta kepada Allah Robbul Izzati, makanya baru diberi kuasa (Ruhul Quds). InsyaAllah kita bisa TAJALLI someday ya kang :D

13 January, 2013 15:19

Ane akan TETAP mengikuti seperti kata abah : PAKE TUHAN saja. tidak pake wirad wirid, tapa2, puasa2, atau bahkan tawasul walaupun ada contoh dari sahabat. kita kan SAUDARA MUHAMMAD, bukan sahabat. TITIK.

Wirid, Puasa, Sholat, Haji itu karena TAAT PERINTAH saja lagi, bukan karena ini itu, surga-neraka, atau untuk bersihkan ruhani. Walaupun banyak yg ga sepaham tetapi inilah paham ane. Terima kasih abah. MANTAP sudah, PAKE TUHAN saja.

13 January, 2013 15:22

"Pesan Guru untuk Sobat Sarang:
Lakukanlah praktiknya dulu hingga "sampai" nanti segala pertanyaan soal "hasil-hasil", akan kita tahu dengan sendirinya."

tuh kaaan....dari jauh2 hari ane juga udah bilang begitu. mungkin ini sindiran bagi yg banyak bertanya tapi tidak praktek DIAM. padahal ketemunya di latihan DIAM itulah pahamnya dan juga BUKAAN TAJALLI nantinya.

13 January, 2013 15:27

"bagaimana atau sampai level mana diri kita bisa memerintah malaikat."

InsyaAllah saat kita sudah bisa melihat malaikat itu mas banyu. itu dulu awalnya. selanjutnya siap kah kita menatap keagungan makhluk cahaya itu (kadang orang ada yg pas melihat malah tertegun lama, sampa1 lupa salam wkwkwk). setelah itu ucapkan salam. lalu mulai NEGO dah. wkwkwk :D

Jika pandangan robbani sudah terbuka, InsyaAllah bisa. Makanya latihan DIAM itulah jawabannya. karena QUTUB AJARAN ABAH ya di latihan DIAM itu, PUSAKA MADINAH, ZIKIR ZAT KDP TUHAN.

13 January, 2013 15:31

* ZIKIR ZAT KPD DIRI PRIBADI TUHAN

13 January, 2013 15:32

Mentor saya yang 2 ne emang tokcer2, cakep2 deh penjelasannya,kalau boleh kutip coment Bang Arby tempoe duloe penjelasnnya Montok abis dah =)) ..
Ragu memang terus menyerang, terkhusunya saya kang..

13 January, 2013 15:43

"Sebelum saya nyalakan komputer ini ada sms masuk dari Guru, kebetulan sekali membahas soal sakit dan penyembuhannya versi orang tauhid."

Makin terbukti bahwa abah mengawasi setiap komen dan pertanyaan kita dengan pandangan robbani nya. Abah pun tahu siapa yg serius kepada Allah dan siapa yg masih maunya main2 di KARUNIA ketimbang fokus ke "yg punya karunia". Urusan TAUHID ini utk orang DEWASA, bukan utk ANAK2. Maka sikapilah secara dewasa.

15 January, 2013 00:27

"Pesan Guru untuk Sobat Sarang:
Lakukanlah praktiknya dulu hingga "sampai" nanti segala pertanyaan soal "hasil-hasil", akan kita tahu dengan sendirinya."
Sy setuju kang mux n bang arbi…… bhw biasanya kalau berhadapn langsung dengan guru sebaiknya murid jangan terlalu banyak Tanya kpd guru ( torikat/tauhid) krn beliau tahu semua apa yang ada didalam hati kita……….. bukankah beliau melihat dgn mata rabaninya….
Yg penting amalkan aja yg ada ,shg dengan mendapat karunia dari allah semua amalan kita insya allah pasti “sampai”………. Pasti nanti beliau akan memberikan ilmu yg lainnya.
Maaf bila ada perkataan yang kurang pas mhn diralat ya…

15 January, 2013 01:09

bukankah praktiknya sudah dipraktiikan oleh gurunya ^^

dan disampaikan oleh kang mux dengan tujuan untuk belajar bersama-sama... bukan maksud mengajar kan kang mux, tapi saling...

maaf kalo salah comment

15 January, 2013 17:14

Amiin... Ya Robbal 'Alamin... Kalau bertanya sih boleh2 saja sehubungan dengan apa2 yg msh blm paham dari apa yg telah dijelaskan, namun ada orang yg bertanya tapi maksudnya MEMPERTANYAKAN (QUESTIONING = MERAGUKAN), bukan bertanya.

Kadang adakalanya guru tidak menjelaskan "hal itu", tapi dia bertanyanya kemana2 seolah2 ilmunya tinggi dan semua ilmu mau diraih. kalau kata ayah saya orang macam itu lagi MABUK ILMU. yg namanya mabuk ya jauh dari sadar. mendekatipun tidak. makanya abah bilang : latihan DIAM dimatangin dulu supaya SADAR nanti juga ketemu jawabannya sendiri, bukannya malah MABUK.

16 January, 2013 09:01

mungkin jg bkn "meragukan" bg arbi...ilmu tauhid dr abah ini kan bukan utk diri kita sendiri tp bs jg kita tularkan pd keluarga(tauhid hak setiap umat Nabi Muhammad SAW) yang blm sempat ketemu sm blog nya kang mux...ada kalanya mereka bertanya sm kita tp krn kita jg blm begitu paham maka kita tanyakan pada yang lebih berkompeten..
kira2 gito bang..

Salaam..

16 January, 2013 09:03

mungkin jg bkn "meragukan" bg arbi...ilmu tauhid dr abah ini kan bukan utk diri kita sendiri tp bs jg kita tularkan pd keluarga(tauhid hak setiap umat Nabi Muhammad SAW) yang blm sempat ketemu sm blog nya kang mux...ada kalanya mereka bertanya sm kita tp krn kita jg blm begitu paham maka kita tanyakan pada yang lebih berkompeten..
kira2 gito bang..

Salaam..

22 January, 2013 16:41

waduhh keenakan baca sampe lupa kalo Bang Arbi sudah menghidangkan kupi. ~O) ~O) ~O) ~O)

24 January, 2013 23:54

hah? ada kupii dimari hehehe...pantesan koq ane nyium harum kupiiii wkwkwk...makasih bang muaz :D

09 February, 2013 17:46

Assalam.. slm knal smua sodara sarang

09 February, 2013 21:22

welcome mas budi :D

09 February, 2013 21:25

Setuju mas budi :D iya ya, tapi InsyaAllah nampak juga koq orang yg serius bertanya dengan pura2 nanya. hihihi

Post a Comment

Bila komentar Anda terlambat ditanggapi, mohon maklum yah :D

Menjadi tua itu niscaya; tetap berjiwa muda itu karunia. Selamat ber-emot ria!
Feel free to leave Your comment in English.
Melejit Rada Naek Rada Turun Menyungsep Mode Baca Heup La Heup