"The next level of Your deen..."
Muxicon Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. [Q.S. Al-Insaan:29]

Di Balik Irisan Luka Ada Setapak Jalan Menuju Surga

Di Balik Irisan Luka Ada Setapak Jalan Menuju Surga

[Di Balik Irisan Luka Ada Setapak Jalan Menuju Surga | Rating: 5 out of 5 reviewed by based on 411 ratings. 1215 user reviews. | All image(s) in this post, Di Balik Irisan Luka Ada Setapak Jalan Menuju Surga , were taken from Google and customized by If in one and another way it crossed your copyright, please contact me. It will be fixed. Thanks.]
berlangganan via f atau



"Mbak, Mbak! Orang itu masih nguntit kita!” bisik Rani setengah terpekik.
Oh ya?! Biarin aja. Mungkin cuma kebetulan, Ran,” kataku berpura tak acuh.
Hmmh..!” Rani menoleh ke belakang, mendelikkan matanya bulat lalu berpaling dari lelaki di belakang kami.

Ma-ma..ntuh. Ntuh..” jemari mungil Fania di telunjuk kananku meremas lebih kuat.
Balitaku ini rupanya menunjuk ke arah meja resto-cafe langganan kami di mal ini. Kami memilih tempat di tempat biasa kami duduk. Tentu saja waktu ini adalah waktu lengang karena jam makan siang sudah usai dua jam lalu. Pramusaji mendekat dan mencatat pesanan kami dan berlalu dengan keramahan yang khas: keramahan yang diwajibkan manajer saat menghadapi pelanggan.

Fania duduk di sebelah kananku dengan antusias. Anak perempuan tiga tahun yang mungil lucu ini bocah yang ceria, tapi penurut. Itu yang membuatku bangga sebagai ibunya. Sementara Rani duduk di ujung seberang meja menghadapku. Belanjaan kami ditaruhnya di kursi di sampingnya. Tapi ia masih tampak gelisah.
Tuh ‘kan, Mbak..dia ikut-ikutan makan di sini!” Rani rupanya masih siaga.
Duh, Rani.. sejak kapan kamu jadi paranoid gitu, sih?! Sudahlah, toh dia gak ganggu kita.”
Hmmh..iya sih, Mbak. Tapi ‘kan aneh..,” Rani menoleh ke arah lelaki itu lagi. Seperti sedang menilai sesuatu darinya. Aku hanya tersenyum. Pramusaji datang lagi dengan pesanan kami dan Fania mulai asyik sendiri dengan es krim coklat-vanilla di hadapannya.

Well, tampangnya sih sebenernya lumayan ganteng.. cuman.. itu tuh..rambut setengah gondrong ama baju ama sepatunya.. sama-sama lusuh..gak ngurus diri banget sih tu orang,” dengus Rani sewot tanpa arah.
Nah lho..nah lho.. Jangan-jangan kamu mulai naksir, tuh..!” gelakku menggodanya. “Hihihi...!
Hush, Si Mbak mulai lagi nih. Mentang-mentang dianya udah laku dan aye masih betah tabah to be a pretty single princess!” selorohnya balik dengan gaya narsis khas Rani Purwanti. Untuk menyembunyikan sipu, Rani lalu menukas. “Udah ah, mending mulai mamam aja.. laperrr!

Aku tersenyum lagi. Kali ini pandang kuarahkan pada Fania yang mulutnya sibuk dengan es krim di meja yang agak terlalu tinggi untuk badannya. Jelas belepotan, tapi dia asyik menikmati es krimnya. Pemandangan yang membuat gemas. Aku memperhatikan anakku dengan senyum syukur. Lalu..

Kuarahkan pandangku pada lelaki penguntit yang duduk di ujung kanan. Dia rupanya sedang asyik juga mengamati Fania dengan sorot mata yang sulit kujelaskan. Sorot yang mungkin berisi rindu dan perih dalam satu waktu. Aku tersenyum ke arahnya. Tapi dia segera menundukkan kepalanya sambil menyungging senyum samar yang canggung. Seperti malu sudah tepergok olehku. Tapi gelagat canggungnya itulah yang selalu membuatku tergetar haru. Ya, selalu.

Mbak..?!! Rupanya kenal sama laki-laki itu ya?!!

Duh, giliran Rani yang memergoki Aku.

**




Nah, nah, nah.. Karena cerita di atas pastinya keren dan karena Muxlimo itu pria murahan ber-harga. XD Maka sudah sepantasnya lanjutan kisah ini dibaca di sini: [Antoren II]




Publisher's Rate:
DMCA.comCreative Commons License
Tawheed Contents on Muxlimo's Lair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Sharing by link(s)

URL: HTML link code: BB (forum) link code:
Disampaikan MUXLIMO dengan basmalah, hamdalah, dan istigfar pada 18.1.13 dengan 30 comments
kasitau orang sekampung euy → Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

J Follow Mux?
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Sebagai muslim akhir zaman, wajar jika kita lebih dulu mengenal salat sebelum mengenal Allah. Padahal umat masa awal dibimbing Rasulullah Saw. untuk mengenal Allah dulu baru kemudian mengenal ibadah syariat. Muxlimo's Lair mengajak umat menggenapkan pondasi akidah yang awal: ilmu tauhid. Mengenal Yang Disembah sebelum melakukan penyembahan, inilah sebenar-benar Islam. Mari membersihkan iman, akhlak, dan amal dari kesyirikan yang mungkin masih terselip dalam peribadatan kepada Allah Swt. InsyaAllah. Aamiin Ya Rabb al-alamiin.

Komentar Facebook

30 comments

18 January, 2013 06:34

Pertamax ga ya.....

18 January, 2013 08:09

akhirnya bisa pertamax juga ya mbak Ayoe

18 January, 2013 08:37

Hehehehe....
Btw... kl mo lanjutin baca cerita di atas, Kudu Beli bukunya ya... (kl ada mah gratisan aja lah :P, kliatan bngt suka yg gretongan!)

18 January, 2013 08:41

Antoren II diklik dulu mbak...........
nanti terdapat tulisan seperti ini :

Kami tidak menulis untuk cari nama, apalagi untuk cari makan. Hak penulis dari hasil penjualan buku ini 100% untuk amal.

Harga relatif terjangkau.



18 January, 2013 08:50

jadi laki2 itu kang mux ya? (asal ceplos aja) :3:

18 January, 2013 14:10

ini maksudnya gimana sih? (nanya dulu, baru baca hihi)

18 January, 2013 14:12

wehh ceritanya bagus, baca disini aja cukup dehh. hhehe.

18 January, 2013 20:54

aaaaaawwww ,,, ada Rani ada fani ada aku ( knp bukan sally ? )...tapi rani ankku bru 3th ( kebalik sm fani ya !!),, ini kisah gmn ini ???

18 January, 2013 23:03

Aih.. mesti beli lanjutannya ya ^^
*salam kenal teteh/mba/akang?? #penghuni bilik ini siapa yaa...

18 January, 2013 23:09

pemiliknya ya kita semua yang ada disini mbak :D

tp yang kasih ilmu em... kasih tau gak ya :-? hehe..

salam kenal juga mbak zeal :D

19 January, 2013 01:03

:5: <== terharu.. akhirnya Mbak Ayoe berhasheel pertamax..

19 January, 2013 01:04

heheheh iya Mbak.. bisa aja saya posting lengkap..cuman entar kena :11: umat Antologi Orange :3:

19 January, 2013 01:21

wants to knooooowww aja ni c Bro :11:
makanya, beli! :3:

19 January, 2013 01:22

maksudnya pengen kena :11: ya? :-?

19 January, 2013 01:22

heheh makasih, MasBro...
beli atuh, biar afdol.. :3:

19 January, 2013 01:25

Salam kenal, juga Neng Zeal.. akhirnya sempet mampir di mari..
yang punya lapak? tyuuuh ada potonyah
http://lh3.googleusercontent.com/-oWR83_PZ_Ws/UPkmoY8UZ-I/AAAAAAAAIok/gKC3phCaOU8/s368/DEPP.png B-)

19 January, 2013 01:28

hehehe si "Aku" di situ bebas kok Mbak mau dinamain apa aja bisa :D
wah.. baru tau Rani tu nama putrinya si Mbak.. :8:

kisah gimana, gimana maksudnya, Mbak? :}}

19 January, 2013 06:43

ni maksudnya apa ni kang.. pake bawa jhony depp segala kemari :10:

19 January, 2013 06:48

pengen baca dulu buku rekomendasi kang mux. dah pesen tp belum nyampe coz tokonya lagi kebanjiran.. :17:

19 January, 2013 06:52

wkwkwk alibi yang cukup sesuai dengan fakta terkini :14:

19 January, 2013 06:53

Hush.. jangan salah.. johnny depp tu kan ane lagi nyamar.. B-)

19 January, 2013 06:58

haha jadi inget cerita akang soal 'master of disguise'. semoga Allah selalu memberi keselamatan padanya.

kang itu yang pertanyaan filsafat yang di ajukan temen akang yang gondrong itu jawabannya apa ya? :10:

19 January, 2013 07:03

wkwkwkwkw.. bukan 'master of disguise' yang ini mah..'master of discuss' :3:

mau tau jawabannya? :]
wani piro? :-"

19 January, 2013 07:08

master of discus kayak syekh ahmed deedat dong hehe..

nih kasih ini aja --> :*

19 January, 2013 07:13

kabur... (ketauan jg :D)

19 January, 2013 07:14

otidaaaa... :18: :15:

19 January, 2013 10:24

mau bc dulu... hihihi

19 January, 2013 20:33

udah selesai 'kan bacanya, Mbak? gimanah gimanah? sekeren yang nulisnya 'khaaaan?! :4: :}}

20 January, 2013 21:46

assalamualaikum
pada kemana nih,kok sepi

20 January, 2013 21:59

Alaikum salam bang haji
iya nih, masih pada bersih2 habis banjir. semoga sobat2 sehat semua ya dimanapun berada.

Post a Comment

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. [Q.S. Al-Insan:29]

Menjadi tua itu niscaya; tetap berjiwa muda itu karunia. Selamat ber-emot ria!
Feel free to leave Your comment in English.
Melejit Rada Naek Rada Turun Menyungsep Mode Baca Heup La Heup