"The next level of Your deen..."
Muxicon Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. [Q.S. Al-Insaan:29]

Tentang Zat Allah [dan Wasiat Wali Bilawa untuk Anak-Cucunya di Sulawesi]

Tentang Zat Allah [dan Wasiat Wali Bilawa untuk Anak-Cucunya di Sulawesi]

[Tentang Zat Allah [dan Wasiat Wali Bilawa untuk Anak-Cucunya di Sulawesi] | Rating: 5 out of 5 reviewed by based on 411 ratings. 1215 user reviews. | All image(s) in this post, Tentang Zat Allah [dan Wasiat Wali Bilawa untuk Anak-Cucunya di Sulawesi] , were taken from Google and customized by If in one and another way it crossed your copyright, please contact me. It will be fixed. Thanks.]
berlangganan via f atau






"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi orang-orang yang yakin, dan [juga] pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?"
[Q.S. Adz-Dzariat:20-21]

"Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barangsiapa melihat [kebenaran itu], maka [manfaatnya] bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta [tidak melihat kebenaran itu], maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku [Muhammad] sekali-kali bukanlah pemelihara[mu]". [Q.S. Al-An'am:104]




Salam alaikum, Sobat Sarang, kita lanjutkan bicara soal zat, ya.
Ayat pertama di atas adanya menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah itu pada sekalian alam, termasuk pada diri kita. Sedangkan ayat kedua menjelaskan sudah terang atau sudah jelas sejelas-jelasnya kekuasaan Allah Swt. itu. Bagi kawan yang belum membaca penjelasan mengenai zat dan sifat, kami sarankan untuk membaca dulu postingan sebelumnya yang berjudul Pahami Zat dan Sifat dalam Teorema Tauhid.





Jadi, yang terang-terang kita pandang itulah Mahasuci [Zat-Mutlak], bukan zat dan sifat. Yang Mahakuasa itu adanya di Mahasuci karena DIA terlebih Mahasuci. Mustahil di Mahasuci yang ada Mahakotor. Tentulah Yang Terlebih Mahasuci yang ada di Mahasuci itu. tempat kembali

Kotor dan suci tidak bisa satu. Kalau suci sama suci bisa dikatakan satu. Maka setiap yang bersih dan yang kotor itu kalau dipaksakan bercampur pasti rusak[1]. Sederhananya, bersih-kotor ditak bisa bersatu. Musti bersih dengan bersih lagi.

Jadi, di Mahasuci itulah Yang Terlebih Mahasuci. Tidak ada yang lain lagi. Yang Terlebih Mahasuci|Mahakuasa dengan Mahasuci tidak becerai. Mahasuci itu Zat-Mutlak, bukan zat-sifat. Yang Terlebih Mahasuci itu isi Zat-Mutlak. Zat-Mutlak [Mahasuci] itu tubuhnya zat-sifat.

Mahasuci itu bersih. Tidak berwarna, kosong sekosong-kosongnya. Itulah Rahasia. Mahasuci itu putih seputih-putihnya, artinya bersih sebersih-bersihnya. Yang dikatakan putih seputih-putihnya di sini bukan warna atau tidak berwarna.

Mahasuci ini yang dikatakan Awwalu makhalaqallaha min Nuurihi Nabiyika,'yang pertama diciptakan Tuhan ialah Cahaya Nabimu'. Cahaya Nabi inilah yang disebut Nur Ilahi atau Cahaya Diri Tuhan.


Kalau orang tahu Zat-Mutlak, tubuhnya tidak dimakan racun. Selain dari Zat-Mutlak, semua itu zat ke-racun-an. Zat-Mutlak itu sampai tidak ada rasa dunia. Zat-Mutlak inilah yang paling tua sampai tidak mempunyai rasa lagi. Umpama tebu, kita peras-peras sampai tidak ada rasa manis lagi. Itulah Zat-Mutlak. Mahakuasalah itu.


Orang sakit kalau banyak dijenguki oleh orang-orang berdosa, semakin parah sakitnya. Kalau yang datang menjenguknya semakin cepat sembuhnya. Orang jahat itu membawa Malaikatul Maut, sedangkan orang yang baik itu membawa Malaikatul Rahman.

Zat-Mutlak atau disebut juga Tubuh Mahasuci ini membersihkan pikiran jahat yang ada pada orang yang sakit itu. Kalau ada kesegaran di pikirannya, inilah artinya diberi rahmat. Kalau dicium busuk, neraka.  Zat-Mutlak atau Mahasuci ini musuh penyakit. Kalau datang pada orang yang sedang sakit, Mahasuci akan melapangkan pikiran. Bagi orang sakit, sama dengan pergi melihat taman surga. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.  Zat-Mutlak yang menghidupkan kita. Itulah dikatakan Tuhan itu Hidup Semata-mata. Zat-Mutlak itulah Nikmatullah.


Zat-Mutlak itu dilindungi oleh zat asam. Zat asam itulah dikatakan zat-sifat. Zat asam [zat-sifat] ini tabir bagi Zat-Mutlak. Jika tabir ini terbuka, binasa sekalian alam karena Zat-Mutlak itu Cahaya Rabbani. Tidak ada satu pun yang bisa menahan kekuatan Cahaya Ilahi [sebab kekuatannya lebih dahsyat daripada api neraka sekali pun]. Sebagaimana lapisan ozon melindungi Bumi dari radiasi Matahari; lapisan zat asamlah melindungi alam semesta ini dari kekuatan Cahaya Ilahi.


Cahaya Zat-Mutlak ini meliputi sekalian alam atau melindungi sekalian alam. Itu sebabnya Bumi tidak akan bisa terbakar oleh cahaya Matahari. Selagi masih ada Cahaya Ilahi melindungi sekalian alam. Jangan harap cahaya Matahari bisa menghanguskan Bumi dan seisinya[2]. Bukti nyata: sudah berapa juta tahun Bumi terpapar cahaya Matahari tidak juga Bumi ini jadi abu. Sudah terpikirkah Cahaya Ilahi ini oleh para ilmuwan?


Yang Anda baca ini uraian yang dibuat agar Anda tahu jalan pemikiran orang tauhid. Manusia tahu cara memanipulasi energi, tetapi tidak bisa membersihkan sampah energi. Lihat kasus Hiroshima-Nagasaki dan Chernobyl. Itulah sebabnya dikatakan di Bumi ini sudah ada tanda-tanda kekuasaan Allah, yaitu Zat-Nya [Zat-Mutlak|Mahasuci].

Yang dikatakan Zat-Mutlak itulah Tubuh Mahasuci, disebut juga Zahiru Rabbi. Kita ini, bathinu abdi. Sampai akhirat pun Zahiru Rabbi yang ada. Zahiru Rabbi inilah tempat husnul khatimah. Inilah pengajian sirri sirrihi; pengajian 80.000 hakikat ke atas. Di atas 80.000 hakikat, ya'lu nakum, wa laa yu'la: tidak ada apa-apa lagi. Siapa mengatakan masih ada alam-alam lagi di atas 80.000 hakikat ini, kafir.

Zahiru Rabbi itu Zat-Mutlak. Inilah kekuasaan Tuhan. Zahiru Rabbi itu disebut juga Tubuh Mahasuci. Tubuh Mahasuci itu disebut Ruh Qudus. Di mana maqam Ruh Qudus itu pada diri kita? Ada di sama-tengah hati. Inilah tubuh Muhammad Rasulullah Saw. Jadi semua itu berhimpun di tubuh Ruh Qudus.

Coba lihat tubuh Zahiru Rabbi, Dia bersifat diam. Begitu juga maqamnya di diri kita; yang di pusat itu, bersifat diam juga. Dalam tafakur, rasakan diamnya yang di sama-tengah hati itu, bukan diamnya jasad kita ini yang kita rasakan.

Zahiru Rabbi diam. Di sama-tengah hati diam. Kalau sama diam "di luar" dengan diam yang "di dalam": esa-lah.

Diri yang diam inilah tajallinya Tuhan. Bukan Tuhan yang tajalli, akan tetapi Rahasia Diri Tuhan ini yang tajalli: satu dengan jasad.

Menurut pandangan syariat: orang yang tajalli Rahasia Diri Tuhan satu dengan jasadnya itu mati. Akan tetapi menurut pandangan rabbani, tidak mati. Mengapa tidak mati? Karena Ruh [Qudus] dan jasad tidak becerai.

Inilah Pusaka Madinah yang musti diketahui dan musti didapat. Barulah kamu berguna bagi ibu-bapak dan sanak-keluargamu di akhirat kelak. Pusaka Madinah inilah "Illa kalil". Wahai ulama, mengapa yang "ila kalil" ini tidak mau dipelajari dan tidak mau disampaikan pada umat? Sudah tahu, tidak mau memberi tahu umat, berdosa pada Allah Swt. Karena kita dikaruniai pengetahuan itu bukan untuk disebut hebat dan bukan agar disanjung-sanjung orang.

Orang tasawuf banyak bicara soal tahali, takhalli, tajalli, tapi cara-cara praktiknya secara hakiki mereka tidak pernah mau memberi tahu umat. Kebanyakan, umat disuruh beramal saja: berzikir, berzikir, berzikir, tetapi praktik cara meraih tajallinya mana ada mereka ceritakan. Kasihanlah umat: hanya tahu teori mengendarai mobil saja, tetapi praktik cara mengendarai mobil tidak bisa.

Inilah isi pengajian kami pada malam Jumat kemarin, yaitu membahas masalah Pusaka Madinah yang dibawa oleh Sayyid Muhammad, Sultan Istanbul yang didapatnya dari Imam Sanusi di Madinah. Wali Sanusi mendapatkan Pusaka Madinah ini langsung dari Nabi Muhammad Rasulullah Saw.[3]



Wasiat untuk anak-cucu Wali Bilawa di Makassar, Sulawesi Selatan
Ilmu Pusaka Madinah ini ada juga dimiliki oleh Wali Bilawa dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang makamnya ada di Mekah al-Mukaramah tepatnya di Sasaga Saghir.

Motto Wali Bilawa untuk anak-cucunya:

Pole ride'e lisu ride'e

[Asal dari kosong, kembali ke kosong]
[Asal dari Mahasuci, kembali ke Mahasuci]
[Asal dari tidak ada sesuatu, kembali ke tidak ada sesuatu]
Jadi, kita musti bisa sampai ke tempat yang tidak ada sesuatu lagi.


Sileo' tena sikore, sikore tena sileo'
Eme-emelah elokmu

[Bercampur tapi tidak satu, satu tapi tidak bercampur]
[Kalau sudah paham ini: telan-telanlah liurmu]

Inilah zikir yang tidak berhuruf; tidak bersuara. Inilah zikir Diri Allah [Zat] memuji Tuhannya|Allah.


Dalam pembukaan tauhid Bilawa saja, di situ dikatakan:
Watuna tetong alena degaga sewa-sewa
alena nawingdru (atau windru alena)

[Tatkala belum ada sesuatu apa pun. Diri-Nya dijadikan-Nya. Dari Diri-Nya inilah dijadikan-Nya segala sesuatu]

Jelaslah sudah bahwa Tuhan sudah menyerahkan Diri-Nya pada kita. Diri mana lagi yang mau kita serahkan pada Tuhan? Kalau bukan Diri Tuhan juga. Kalau Diri Tuhan, bisa sampai ke Tuhan. Kalau bukan Diri Tuhan, tidak akan bisa sampai ke Tuhan.


Meko semeko-mekona' yaitu seng Puang Ta'ala
[Diam sediam-diamnya, itulah Tuhan semata-mata]

Itulah sebabnya dalam salat itu masammang renrenna meko'na [= besertaan gerak dengan diamnya. Inilah Allah Ta'ala salat. Wajib 3 alif [harakat] panjangnya.

Macam mana serta gerak dengan diamnya? Itulah Allah Ta'ala salat. Kalau tidak besertaan [gerak dengan diamnya], kamu yang salat. Kalau kamu [baharu] yang salat, kamu menyembah Qadim. Padahal yang wajib itu: Yang Qadim menyembah Allah.

Man abdal Asma, faqad kafar, 'siapa menyembah Nama, kafir'.
Man abdal ma'na, munafiqun, 'siapa menyembah makna, munafik'.

Supaya jangan kafir dan munafik, tinggalkanlah Nama dan makna. Inilah sebenar-benar mukmin.


Ini saja penguraian riwayat dari Guruku untuk Saudara-saudaraku di Makassar: Carilah ajaran-ajaran Wali Bilawa. Jangan kalian hanya tahu ceritanya saja, cari dan raih ilmunya juga.




tujuan
[1]:
"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil..." [Q.S. al-baqarah:42] [kembali]

tujuan
[2]:
Artinya inilah berita langit yang tidak bisa dicuri oleh para setan [yang didewakan bangsa Maya] sejak kelahiran Nabi Muhammad Saw. Ramalan bangsa Maya ini juga ternyata "diam-diam" telah menipu para ilmuwan yang menduga akan terjadi semburan lidah matahari ketika terjadi solar maximum di akhir kalender bangsa Maya. [ini lintasan pikiran ane aja waktu catat diktean ini dari Guru] [kembali]

tujuan
[3]:
Ini dia jawaban untuk sekelompok orang sombong di luar sana yang selalu kalah hujjah, tetapi ngotot menolak kebenaran Quran yang disampaikan hanya karena gayaku yang tidak seperti orang saleh kemayu. :P Ujung-ujungnya dengan sinis mereka tanya, "Gurunya hafal Quran gak? Hafal berapa ribu hadis? Sanad ilmunya gimana?"

Kalau kalian jujur, terimalah kenyataan bahwa sanad ilmu pengajian kami lebih tepercaya sebab sanad ilmu kami termasuk ke dalam kategori sanad aly: yang sedikit orang terlibat dalam mata-rantai syiarnya. Guru kami adalah generasi ke-4 pewaris Pusaka Madinah ini sejak dari sumber pertama: Nabi Muhammad Rasulullah Saw., kalau mau tau. [Nah, akhirnya sekarang kalian sudah tahu sanad ilmu pengajianku. Puas?!][kembali]



Publisher's Rate:
DMCA.comCreative Commons License
Tawheed Contents on Muxlimo's Lair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Sharing by link(s)

URL: HTML link code: BB (forum) link code:
Disampaikan MUXLIMO dengan basmalah, hamdalah, dan istigfar pada 12.1.13 dengan 24 comments
kasitau orang sekampung dong euy → Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

J Follow Mux?
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Sebagai muslim akhir zaman, wajar jika kita lebih dulu mengenal salat sebelum mengenal Allah. Padahal umat masa awal dibimbing Rasulullah Saw. untuk mengenal Allah dulu baru kemudian mengenal ibadah syariat. Muxlimo's Lair mengajak umat menggenapkan pondasi akidah yang awal: ilmu tauhid. Mengenal Yang Disembah sebelum melakukan penyembahan, inilah sebenar-benar Islam. Mari membersihkan iman, akhlak, dan amal dari kesyirikan yang mungkin masih terselip dalam peribadatan kepada Allah Swt. InsyaAllah. Aamiin Ya Rabb al-alamiin.

Komentar Facebook

24 comments

12 January, 2013 00:26

pertamax ah hihihi

12 January, 2013 01:04

"ang dikatakan Zat-Mutlak itulah Tubuh Mahasuci, disebut juga Zahiru Rabbi. Kita ini, bathinu abdi. Sampai akhirat pun Zahiru Rabbi yang ada. Zahiru Rabbi inilah tempat husnul khatimah."

sebenarnya dengan penjelasan abah ini sudah selesai tuntas kajian KHUSNUL KHATIMAH. karena SUDAH JELAS bagi kita bahwa MAHA RUANG ini MAHASUCI dan kita sudah didalamnya. tinggal SADARI aja lagi, ga usah dipaham2-i lagi. Sudah jelas. pertanyaannya kepada diri kita adalah : YAKIN ga kita bahwa kita sudah di dalam MAHASUCI yg zahiru robbi dan kita ini abdi di dalam zahiru robbi?

Kalau ane sih sudah JATUH YAKIN bahwa saat ini sampai nantinya ane selalu HIDUP n menjalani HIDUP dalam KHUSNUL KHATIMAH. ga usah nunggu mati lah. dan ane mengucapkan ini bukan dengan sombong, tapi dengan YAKIN, bahwa begitulah adanya. YAKIN...

12 January, 2013 01:25

"Guru kami adalah generasi ke-4 pewaris Pusaka Madinah ini sejak dari sumber pertama: Nabi Muhammad Rasulullah Saw."

itu artinya kita ini generasi yg ke-5 dong ya. asyiiikkk... :D

12 January, 2013 01:27

"Kalau kalian jujur, terimalah kenyataan bahwa sanad ilmu pengajian kami lebih tepercaya sebab sanad ilmu kami termasuk ke dalam kategori sanad aly: yang sedikit orang terlibat dalam mata-rantai syiarnya."

Alhamdulillah ane termasuk yg sedikit ini :D

12 January, 2013 01:30

Salaam....

pembahasannya making buerat kang...
SobatSarang jgn ada nyang ninggalin yaa..(awaasss!!! tar tak kempesin itu kerata py ban he..)


insyaAllah ttp istiqomah

12 January, 2013 01:42

wkwkk ane tau mas budi ini profesinya tambak ban, tapi jangan gitu dong caranya. :7: hihihi

12 January, 2013 02:34

semakin lama dan semakin malam sadaap juga nih kajian........... ini yng ane suka cara kaji spt ini biarin makan otak sampe muyeng ga apa......nanti juga mentor kita kang adam n bang arbi kasih penjelasan kalo ada yang masih kurang pahaam2 dikit ok diterusin besok lagi.....masih ada 2 kajian lagi yg blm sempet di baca .....

12 January, 2013 02:50

pelan2 tapi pasti, majunya...
yang penting jaga semangat n ISTIQOMAH kita dalam latihan DIAM ini. jangan turun dari angkot kalo blm "sampey". untuk kita juga koq, bukan untuk siapa2.

Seperti kata kangmux :
kalau Allah tujuan kita, pasti "sampai" koq.
kalau SADAR ESA tujuan kita, pasti "sampai" juga koq
jangan salah pasang NIAT yaa :D

pelan2 tapi pasti majunya...

12 January, 2013 05:28

Iya, Brad.. kalau sudah paham beda zat-sifat dengan Zat-Mutlak dan kita tau setelahnya adalah Allah, kita udah sampai ke Allah secara ilmal yaqin, paling gak. InsyaAllah, Aamiin. :)

12 January, 2013 05:29

Tenang, Lur.. walanda masih jauhhh.. :g:

12 January, 2013 07:13

Generasi ke-5 ?
Mantaaapppp bang.... :)

12 January, 2013 08:34

Ninggalin...???

12 January, 2013 13:04

{biarin makan otak sampe muyeng ga apa.....}
asal jangan sampe bikin otak nyungsep aja ya, Bang.. :3:

12 January, 2013 13:05

http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png aamiiiiin...

12 January, 2013 13:06

tumben bukan "ahik" :-?
takut kedatangan tamu tak diundang dia.. :3:

12 January, 2013 14:32

:11: :3: ~O)

13 January, 2013 14:17

kalo dsni ada tambak ban ,,, tambal ikan di mana ?? kyknya bang Arby ngrti aja profesi sy sblum ini.
untung sdh alih profesi...hihihi

13 January, 2013 15:34

Kalo tambal hati nyari dimana Bang? wkwkwk

13 January, 2013 15:49

hihihi... ityu maksudnya tambal ban mbak, tapi salah ketik jadi "tambak". wkwkwk...

wah ternyata mbak sally ini usahanya banyak ya. boleh dong kalo eke sebut sebagai "pengusaha wanita" eh maksudnya "wanita pengusaha". kabuurrr....hihihi

13 January, 2013 15:53

tergantung itu bang padly. itu bocornya bocor alus apa udah koplak hatinya? wkwkwk

kalo bocor alus tambalnya cukup di-DIAM-kan saja. nanti juga bener sendiri http://lh6.googleusercontent.com/-SWUW-n_lVgg/UFV7EJFYKsI/AAAAAAAAFhA/p0V4ThCWNOU/s128/jempols.gif

Tapi kalau udah koplak hatinya, mending ganti aja ama hati rendang di Rumah Makan Bundo Kanduang. gimana? sekalian ane nitip satu bungkus, sambelnya dikit aja yak. http://lh3.googleusercontent.com/-8wtXl5v8lW8/UFXgsebsyCI/AAAAAAAAFvs/oJaS8vE-Vwk/s128/gituloh.gif http://lh4.googleusercontent.com/-dWjINDFQ-TM/UFV7H6jjDrI/AAAAAAAAFh0/ssPyjh3EsRI/h120/muahaha.gif

13 January, 2013 17:34

wkwkwk. jadi ketaun kalo Bang Arby doyan makan..

ato diganti sama Hati-hati di jalan aja ya Bang.. :3:

13 January, 2013 18:58

=)) =)) =))

22 January, 2013 15:23

Assalamu Alaikum,
Salam Kenal Bro Mux,
artikel nya mantap..
sy paham betul bahasa yg diatas...bahasa bugis, dan artinya sangat mendalam...
ijin mengamalkan warisan dari leluhur...
wassalam
Salam dari sulawesi

22 January, 2013 17:42

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Syamsul..
Alhamdulillah akhirnya ada yang menyambut ini.. setidaknya amanat tertebus sudah.. :21:

Post a Comment

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. [Q.S. Al-Insan:29]

Menjadi tua itu niscaya; tetap berjiwa muda itu karunia. Selamat ber-emot ria!
Feel free to leave Your comment in English.
Melejit Rada Naek Rada Turun Menyungsep Mode Baca Heup La Heup