Mati: Ruh dan Jasad Tidak Berpisah ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Mati: Ruh dan Jasad Tidak Berpisah

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.



"Kebanyakan manusia salah paham atau tersalah paham. Yang dicarinya ingin tahu soal mati atau tanda-tanda akan mati, tetapi tidak dipikirkannya hidup atau tidak dirinya nanti di alam barzakh hingga yaumil qiyamah."
Syaikh Siradj


Terkait sebelum ini: Kain Kafan Qadim

Ketika bayi akan lahir, pembungkusnya (ketuban) dulu dibuka. Baru dia bisa keluar. Ketuban pecah. Pembungkusnya dulu diambil. Begitu juga ruh, bukan ruhnya yang langsung diambil, melainkan pembungkusnya (yaitu napas) dulu yang diambil. Baru dia keluar.

Kalau ruh keluar langsung meninggalkan jasad, binasalah jasad. Kalau ruh keluar, satu dengan jasad, inilah orang mati tidak ada di (dalam) kubur. Karena ruh dan jasad bersama-sama; kembali kepada Yang Satu.

Contoh:
Dalam hidup di alam dunia saja, jasad dan ruh kalau becerai, binasalah diri kita. Begitu juga mati, di alam barzakh kalau jasad dengan ruh tidak satu, binasalah. Sedangkan kalau jasad dan ruh satu, hiduplah sampai yaumil qiyamah. Kalau di alam barzakh hidup, bebaslah. Tidak capek menunggu.

Inilah yang kita istilahkan sebagai:

Bangun jasmani, bangun ruhani. 
Selamatlah dia.

Bangun jasmani, tidak bangun ruhani.
Binasalah dia.

Kebanyakan manusia salah paham atau tersalah paham. Yang dicarinya ingin tahu soal mati atau tanda-tanda akan mati, tetapi tidak dipikirkannya hidup atau tidak dirinya nanti di alam barzakh hingga yaumil qiyamah.


وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ‌ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلاً۬ 
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.S. al-Israa: 85)

"Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku." <= bukan urusan malaikat maut.  :D


Dari cerita ketuban pecah ini, jelaslah bahwa kita ini dihidupkan dan hidup dalam air.




- Syaikh Siradj -

Mati: Ruh dan Jasad Tidak Berpisah
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-05-12T04:47:00+07:00
Mati: Ruh dan Jasad Tidak Berpisah
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © 2025 Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism.com